Oke, sejak kecil entah kenapa aku selalu berurusan sama yang namanya orang gila. Ada yang gak gila gila amat sih, ada yang stress ringan sampe berat. Sebagai manusia baik, saya pun bercita cita menjadi seorang dokter jiwa yang baik pula. Dalam rangka meringankan beban bahkan menyembuhkan mereka mereka yang tidak bisa menikmati dunia sebagaimana mestinya, saya mantab menjadikan dokter jiwa sebagai cita cita utama saya. (dari kejauhan terdengan suara ombak yang memberi semangat *alay). Bagaikan cinta bertepuk sebelah tangan, orang tua tidak merestui cita cita saya yang brillian itu. (patah hati). Okelah, aku pilih profesi yang gak jauh jauh amat dari dokter jiwa yaitu Psikolog Klinis. Hingga saat ini aku masih dalam proses penggapaian cita cita sekunder tersebut. Namun, kendala tetap ada.
Beberapa waktu yang lalu aku ikut pengajian. Dalam pengajian itu tidak boleh mengaktifkan ponsel. Dasarnya aku bandel, yaaa~ cuman fesbukan bentaaaaaaar aja. Hape aku nyalain di dalem tas, sekiranya gak keliatan. Eh, ibu ibu disampingku nyaut (mengambil paksa) hapeku T.T sambil bilang “mbak lihat hapenya”. MAMPUS! Aku ketahuan ibu ibu pengurus! Tamatlah riwayatku! Baru aja jadi anggota baru udah kena kasus hape.
Hal ganjil berikutnya terjadi
Ibu ibu itu (sebut saja namanya bunga) ngelihatin beranda fesbuk dan nanyain soal game. Mana gamenya? Aku kaget dan langsung berpersepsi itu orang gak serius. Dengan baik hati aku tunjuin permainanya plus cara mainnya. Ceramah agama masih berlangsung dan tutorial game tak kalah seru.
Lebih mengejutkan lagi temen yang duduk gak jauh dari aku bilang lirih “vic, gak usah diladeni tu orang gak waras” omongan temenku diperkuat bahasa non verbal jari telunjuk ditaruh dikepala, posisi jari miring kemudian digerakkan serong atas-bawah. GLEK! Berurusan lagi ma orang gak waras!!!!! Cepet cepet kabur dari tempat. Gak peduli ceramah masi berlangsung aku sembunyi di warung terdekat. Sama yang punya warung aku tanya tanya identitas mbak Bunga. Enak enak ngobrol (ngerasani dikit siiih) eh, mbak Bunga nyariin aku! Mati maaaaakkkkk!~ dia celingak celinguk keluar masjid. Hape ak pegang erat aku ajak kabur ke sisi lain masjid. Begitu ceramah selesai aku pulang dengan hati riang.
Sejak kejadian itu aku males bawa hape ke masjid apa lagi kalo ketemu mbak Bunga.
Sekedar informasi, ternyata mbak Bunga emang rada rada aneh. Orang awam akan menyebutnya ‘gak waras’. Ternyata, sewaktu kecil si mbak normal seperti anak anak pada umumnya hingga usia sekolah dasar terakhir mulai menunjukkan gejala keanehan. Entah karena dia jatuh atau penyebab lainnya, dia berubah jadi aneh.
Sampai sekarang.

0 komentar:
Posting Komentar