Menurutku, segalanya bermula dari hati.
Hati memiliki sesuatu yang kita sebut tekad dan niat yang pada akhirnya menggerakkan otak dan usaha kita.
Hasil usaha inilah yang menjadi indikator hati seseorang.
.
Hati dan usaha seharusnya berbanding lurus dan setimpal.
Namun kadang kala tak seimbang karena faktor eksternal yang sering kita sebut nasib.
Mungkin itu juga salah satu penyebab tidak adanya perubah hati, tapi perubah nasib.
Contohnya, pergi ke pihak pihak tertentu yang diyakini dapat merubah nasib.
Haha~ lucu rasanya, sebenarnya yang dirubah adalah hati.
Lebih praktis namun tidak mudah.
.
Ada lagi yang mengaku dapat menerka bahkan mengintip nasib.
Ironisnya, mereka cukup laris untuk dikunjungi orang orang yang bermaksud menata hati setelah mengintip nasib mereka.
Jika bernasib baik, mereka akan menggebu-gebu bersemangat hidup dan biasanya sangat termotivasi.
Sebaliknya, jika bernasib jelek mereka kecewa, sedih bahkan putus asa.
konyolnya, ada yang terus mencari pengintip nasib lain yang memberikan jawaban baik lalu dipercayai dan dijadikan motivasi.
.
Jika hati kita kuat maka selemah apapun otak dan raga kita dapat menghasilkan suatu usaha yang berharga.
Sebaliknyapun juga berlaku.
Namun alangkah lebih berharga suatu usaha jika disertai raga, otak dan hati yang kuat.
.
Hati dapat melemah dan menguat secara tiba tiba.
Entah karena faktor eksternal maupun internal.
Agak repot memang kalau melemah.
Segala penyakit dapat menyerang seenaknya.
.
Tuhan,
Kuatkan hati kami selalu.
Sekalipun dalam keadaan lemah dan hampir mati.
Tuhan,
Peluk hati kami.
Dengan segala kuasaMu
.

0 komentar:
Posting Komentar