Hallo semua~ ketemu lagi sama saya di segmen terbaru
“Anime
Review”
Oke, setelah lama sekali menghilang akhirnya saya putuskan membuat
segmen baru. “Anime Review” ini sekaligus menjadi motivasi saya untuk menulis
(dan, yeah, mengaktifkan blog) mengingat minat saya dalam hal menulis pernah
MATI (literally).
Anime Review ini adalah segmen dimana saya selaku penikmat
anime menceritakan kembali anime-anime yang sudah saya tonton. Saya akan
menceritakan kembali dengan gaya bahasa saya plus menambahkan beberapa
informasi terkait anime tersebut dari beberapa sumber lainnya seperti blog
lain, wikipedia maupun facebook. Anime Review juga gak bakalan lepas dari opini
pribadi saya jadi, kalau ada beberapa hal yang gak cocok atau bahkan terkesan
misunderstanding tolong ditegur via komentar.
Semoga para pembaca suka dengan segmen baru ini & jangan
lupa tinggalkan komentar (mengacungkan keris) karena satu komentar anda dapat
membuat hati saya berbunga-bunga (nari-nari India).
Oke, selamat membaca J
Suki-tte Ii Na Yo (Say “I Love You”)
Anime yang bakalan saya review pertama kali adalah Suki-tte
Ii Na Yo atau yang biasanya disingkat Sukinayo. Dalam bahasa Inggris judul
anime ini berarti : Say “I Love You”. Anime ini beraliran (?) Shojo yaitu anime
yang target pemirsanya memang ditujukan untuk cewek (remaja putri). Saya
sendiri secara pribadi kurang suka anime-anime shojo karena kebanyakan isinya
tentang cinta, pacaran dan segala lovey dovey lainnya dan itu semua menjadi main course (menu utama, yg diutamakan).
Saya akhirnya lebih condong ke anime-anime shonen karena seru, lucu, asyik dan
sekalipun ada cinta-cintaanya itu bukan main course alias selingan aja. Khusus
season ini tiba-tiba kepingin nonton yg shojo dan jatuhlah pilihan saya pada
Suki-tte Ii Na Yo.
Anime ini diangkat dari manga dengan judul yang sama yang
diterbitkan oleh Kodansha dan merupakan manga karya Kanae Hazuki-San. Manganya
dari 2008 masih berstatus on-going. Animenya sendiri rilis pas musim gugur 2012
(Auntum / Fall) dengan total episode 13 dan udah tamat akhir bulan desember
2012 kemarin, tapi saya baru nonton final episodenya beberapa hari yang lalu
karena UAS yang mendera.
Suki-tte Ii Na Yo menceritakan seorang cewek berumur 16 tahun
yang tidak punya pacar (bahkan teman). Cewek ini bernama Tachibana Mei. Mei
tidak berinisiatif untuk making friend (hmm,
apa ya istilah bahasa Indonesianya? Berteman?) karena memiliki anggapan percuma
saja karena toh nantinya akan dikhianati/ditinggal teman. Mei memiliki anggapan
tersebut sejak ia kecil. Mei berbeda dengan cewek-cewek lain seusianya, rok
sekolahnya lebih panjang, jarang berdandan feminim, rambut tidak dikuncir dan
dipotong pendek belum lagi wajah yang tidak memancarkan keceriaan. Mei
benar-benar tidak punya teman bahkan teman cewek susianya. Kontak dalam hp-nya
Cuma dua, yaitu tempat kerja part-time dan rumah.
Suatu hari di tangga sekolah ia menendang cowok dibelakangnya
karena akan menarik roknya. Ternyata Mei salah tendang, yang ditendangnya
sampai jatuh adalah Kurosawa Yamato, cowok ganteng nan populer di sekolahnya.
Jadi, yang narik roknya Mei itu temen disebelahnya Kurosawa Yamato. Nah, sejak
kejadian itu Yamato berkenalan, berusaha mendekati Mei bahkan memberikan nomor
Hpnya.
Oke, stop sampai disitu dulu.
Cewek pendiam & gak punya temen bertemu cowok populer. Nah,
dari gambaran singkat itulah saya beranggapan ”alah, paling juga jadian, terus
banyak yang gak suka, terus si cewek dibully dan bla ... bla ... bla ...”. Ternyata
saya gak sepenuhnya salah, memang mereka jadian dan ada pihak yang gak suka
dengan hubungan mereka. Poin unik di anime ini adalah cara penulis membungkus
semua itu ya, semua hal yang bisa ditebak itu dengan alur yg menarik dan beberapa
kejadian tak terduga.
Nah, biar lebih jelas kita lanjutin reviewnya~
Mei enggan menghubungi Yamato sampai suatu hari ketika ia
pulang arubaito (kerja part-time).
Malam itu (sekitar magrib lah) Mei pulang diikuti om-om gak jelas dari
belakang, merasa tidak aman ia masuk ke dalam supermarket. Mei yang ketakutan
menelepon rumah yang sialnya tidak ada orang dirumah. Akhirnya terpaksa ia
menelepon Yamato yg saat itu bekaraoke dengan teman-temannya. Secepat kilat
Yamato menghampiri Mei, dengan tampangnya yg cool ia gak serta merta menghajar
om-om gak jelas yg nunggu di depan supermarket. Yamato tetap tenang menghampiri
Mei dan membelikanya es krim lalu mengandengnya keluar supermarket. Tepat dihadapan
om-om gak jelas itu, Yamato mencium Mei dan menegaskan dengan isyarat mata utuk
tidak menganggu Mei. Itulah cara Yamato menyelamatkan Mei sekaligus bagamana
Mei mendapatkan ciuman pertamanya.
Berawal dari situ Mei mengenal Yamato lebih dalam dan
yeeeaaayyyy~ mereka jadian. Awalnya mereka kaku dan sempat terjadi kesalah
pahaman, untunglah bisa diluruskan. Perlahan baik Mei maupun Yamato saling
terbuka satu sama lain. Mei belajar mempercayai orang lain dan perlahan terbuka
dengan teman-teman yg lain yg tentunya ia kenal melalui Yamato. Pertama-tama
Mei berteman akrab dengan Oikawa Asami yg dulunya pernah dibully karena ukuran
(maaf) dadanya, kemudian pacar Asami yg juga teman Yamato (sekaligus yg menarik
roknya saat ditangga) Nakanishi Kenji, lalu mengenal berbaga macam orang lain seperti
Muto Aiko yg pernah ingin berpacaran dengan Yamato, Tachikawa Masashi yg tak
lain adalah pacar Aiko, Hayakawa Kakeru yg sempat dijotos Yamato karena
mendekati Mei, Kitagawa megumi model yg sempat digosipkan dekat dengan Yamato,
Takemura Kai yg juga suka sama Mei dan bahkan adik Yamato, Kurosawa Nagi.
Cerita didalam Suki-tte Ii Na Yo gak melulu soal Yamato x Mei,
ada juga selingan cerita Kenji x Asami dan dinamika percintaan mereka, tapi
tetep main love story disini Yamato x Mei. Dinamika percintaan Yamato x Mei
disini gak lepas dari kemunculan tokoh lain seperti Aiko yg masih menyimpan
perasaan ke Yamato, Kai teman Yamato semasa SMP yg mendadak mengatakan rasa
sukanya pada Mei ke Yamato, Nagi yg awanya sempet gak suka sama Mei, Kakeru yg
dijotos Yamato dan terakhir Megumi model yg sempat digosipkan dekat dengan
Yamato. Dinamika hubungan Yamato x Mei ini juga sekaligus menguak bagaimana
cara Mei menghadapi setiap permasalahan, pola pikir, kepercayaan diri dan berani
mengambil resiko.
Intinya, anime ini juga menunjukkan suatu proses belajar,
resiliensi, berkomitmen dan gak melulu pacaran dan dianiaya. Over-all anime ini
nice tapi saya pribadi menyayangkan beberapa adegan ciuman dan adegan romantis
lainnya yg kerap kali muncul diepisode-episode awal. Sekali lagi ini karena memang
saya gak suka adegan itu.
Segala hubungan antar person dianime ini digambarkan dengan
apik, belum lagi efek dan artwork yg memanjakan mata plus background music yg
pas sehinga mebuat setiap scene mudah dimegerti, diresapi dan dirasakan dalm
hati (cailaah~). Opening anime ini “Friendship” dibawakan oleh Ritsuko Okazaki
sementara endingnya “Slow Dance” dibawakan oleh Suneohair. Baik opening maupun
ending musiknya lembut disertai gambar visual yg kesannya menenagkan, kalem dan
yaah~ shojo abis laah pokoknya.
Anime Suki-tte Ii Na Yo ini sangat disarakan untuk para
penggemar kisah percintaan, drama dan school-life yg disajkan dengan indah~ bahkan ending cerita animenya pun disajikan dengan manis penuh happy ending~
Yak! Sekian review pertama
Sampai jumpa di review selanjutnya :D
Jangan lupa comment ya J







0 komentar:
Posting Komentar