Selasa, 19 Februari 2013

Cuticle Detective Inaba


Yeayyyy~ I’m back J akhirnya dalam bulan ini saya nulis lagi anime review yang kedua. Anime review kemarin Sukitte Ii Na Yo yang bergenre Romance, Shojo dan yah sebangsa itulah ^///^ (kehabisan kata-kata) nah, kali ini, saya selaku penulis mau nge-review anime beraliran Shonen, ada misterinya dikit soalnya berkenaan sama kasus, mafia, kejahatan dan kepolisian tapi penuh efek komedik yang gak terduga.


NOTE : SEMUA GAMBAR & SCREEN-SHOOT DALAM REVIEW INI BUKAN MILIK SAYA TAPI KEMBALI PADA CREATOR & STAFF PRODUKSI CUTICLE TANTEI INABA (I dont own anything all the pictures and scren-shoots in this post, all belongs to Cuticle Tantei Inaba’s creator and staff production)


Anime ini jujur belum tamat dan masih berstatus On-Going bahkan sampai anime review ini ditulis. Anime ini segera direview karena menurut saya anime ini punya daya tarik komedik yang kuat dan (alasan pribadi) saya udah jatuh cinta sama anime ini *blushing. Yak! Anime yang beruntung kali ini adalah :



Cuticle Tantei Inaba (atau dalam bahasa inggris : Cuticle Detective Inaba).
Cuticle Tantei Inaba sudah mulai tayang sejak bulan Januari kemarin, tepatnya tanggal 4 di stasiun TV AT-X di jepang sana.


Saya sudah nonton sampai episode 7 dan over all anime ini kocak, bikin ngakak dan justru kesan mystery-nya minim (khusus untuk episode 7 mulai agak serius dan ada beberapa pengurangan efek komedik) . 



Anime ini menceritakan tentang seorang detektif yang fetish rambut (suka banget sama rambut, over malah) bernama Inaba Hiroshi yang pada mulanya bekerja bersama kepolisian Jepang sebagai Secret Dobberman (semacam anjing kepolisian) memutuskan untuk berhenti dan membuka kantor detektif sendiri. Hiroshi awal mulanya direkrut oleh pihak kepolisian karena keistimewaannya dalam mengumpulkan data hanya dari sehelai rambut, inilah yang sekaligus menjadikanya hair fetish. Hiroshi ketika masih bekerja dalam kepolsian berpartner dengan Ogino Kuniharu. Hiroshi berhenti menjadi secret dobberman sejak adiknya, Inaba Haruka menghilang dan ia memutuskan untuk mencari adiknya.

Hiroshi tidak sendirian bekerja di kantor detektifnya. Ia ditemani dua asisten yaitu Nozaki Kei si pecinta kucing dan crossdresser sadis Sasaki Yuta.


Suatu hari, Kepolisian Jepang dikejutkan dengan kasus perampokan bank oleh mafia Italia Don Valentino. Don valentino dalam menjalankan aksi-aksinya tidak sendirian, ia selalu dibantu Lorenzo si manusia (?) bertopeng karung, Gabriella assassin dalam keluarga Valentino dan Noah dokter jenius berusia 14 tahun yang selalu menemukan alat-alat dan teknologi canggih untuk keluarga Valentino.


 Kejahatan yang dilakukan Don Valentino adalah : memakan uang dan merubah gambar diuang tersebut dengan potret dirinya. Sungguh, ini kejahatan yang nggaplek’i *facepalm. Ohya, satu lagi, Don Valentino adalah KAMBING *double facepalm. Bagi yang penasaran bagaimana proses gambar uang dirubah, kurang lebih seperti ini : 


uang dimasak lalu dimakan

tekan tanduk untuk mendapatkan uang bergambar Don Valentino

See? How simple it is?

Okay, cerita tetap berlanjut.


Don Valentino suatu hari didatangi oleh sekelompok organisasi yang menyebut diri mereka NORA. NORA mengajak Don Valentino bekerja sama untuk menjatuhkan kepolisian jepang. Hal yang bikin kaget adalah, NORA ini dijalankan oleh Inaba Haruka yang tak lain adalah adik Hiroshi *kyaaaaaa~ jerit histeris. Sebagaimana toko lainnya, Haruka gak sendirian ia punya kaki-tangan (dalam wujud manusia dan memang berfungsi sebagai kaki-tangan Haruka dalam menjalankan perintah) yaitu Yataro & Natsuki. Selain kaki-tangan dan Haruka NORA juga punya Soumei-san yaitu semacam roh serigala yang dapat berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain. Soumei-san pada awalnya adalah secret dobberman sebagaimana Inaba Hiroshi namun ia dapat meninggalkan tubuh “fisiknya” dan mengembara bebas diudara serta merasuki wujud lainnya. Tubuh aslinya masih belum ditemukan dan untuk sementara Haruka menyediakan boneka domba sebagai tempat bersemayam.



Secara singkat itu sih yang menjadi inti anime Cuticle Tantei Inaba sampai saat ini. Kesemuanya bergerak dinamis dan muncul dalam ide cerita lain yang segar, menghibur dan kocak dalam tiap episodenya.


Anime ini wajib ditonton buat kalian-kalian yang demen sama genre dan atau aliran shonen, minim romance, full comedy dan tentunya action.


Nah, sebelum mengakhiri anime review kali ini saya mau njelasin tiap tokoh lebih dalam. Sekali lagi ini pendapat saya, kalau ada kesalahan atau ingin menambahkan silahkan tulis di bagian komentar, dengan senang hati akan saya terima. Well, please take your time to learn more about the people inside Cuticle Tantei Inaba J

Meet The People (err~ Character)

Inaba Hiroshi





Yeeeey~ inilah tokoh utama kita. Inaba Hiroshi lahir dari semacam inseminasi buatan dimana salah satu gennya didapatkan dari Soumei-san. Ia mempunyai adik yaitu Inaba Haruka. Awalnya, Hiroshi adalah secret dobberman dalam kepolisian Jepang dan berpartner dengan Ogino namun, ia memutuskan untuk berhenti setelah adiknya menghilang. Ia membuka kantor detektif sendiri bersama dua asistennya yaitu Nozaki Kei dan Sasaki Yuta untuk mencari keberadaan Haruka.


Sebagai secret dobberman, Hiroshi memiliki kemampuan spesial yaitu mengumpulakan data hanya dari sehelai rambut, hal ini sekaligus menjadikannya hair fetish. Kemampuan ini bukan murni bakat alami tetapi ada semacam latihan untuk menguasainya, hal ini juga berlaku untuk secret dobberman lainnya. Hiroshi juga punya kemampuan untuk transform kebentuk “yang lebih” powerful jika Yuta memberinya totokan dipunggungnya.

Yuta memberi totokan khusus

Taraaaah~ Hiroshi berubah~

Setelah berubah, iroshi akan memunculkan kekuatan dari rambut yang dia gunakan (biasanya digigit di bibir). Kekuatan yang dimunculkan juga bergantung pada warna rambut yang digunakan. Misalnya, kekuatan yang mengeluarkan depresi dan aura negatif pada sekelilingnya aka muncul ketika rambut berwarna hitam digigit.

Hiroshi sayang banget sama adiknya, bahkan ia tidak sedikitpun curiga ketika dijebak Don Valentino yang mengirimkan surat atas nama Haruka.


Ogino Kuniharu



Adalah seorang anggota kepolisian yang dulunya berpartner dengan Hiroshi. Ogi sudah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak, Azusa Ogino. Ogi digambarkan sebagai sosok yang manly, cool, but dotty dad (sayang banget sama Azusa-chan) yang bahkan gak ingin anaknya kenapa-napa.

Azusa & Papa

Ohya, Ogi-san punya istri yang cantik dan sangat lembut (bahkan pada Don Valentino) namanya Ogino Wakaba dan yeah, terlihat minim sense of danger~

Wakaba-san dan Don Valentino~

Ogi-san di tempat kerja punya rival berat, Yuzuki Ogata. Ogata sendiri juga menganggap Ogi-san rival yang berat. Ogata adalah dog lover dan sangat menyukai Hiroshi (ups).

Yuzuki Ogata

Ogata when meet Hiroshi

Okay, let’s meet the assistant ;)


Nozaki Kei





Hmmm, over all dialah satu-satunya tokoh yang terlihat normal. Kei, remaja berusia 16 tahun yang cinta mati sama kucing, punya peliharaan kucing spinx bernama Luna. Dari sekian episode Kei selalu terlihat blushing ketika kepalanya dielus *^///^. Kei ditaksir (bukan untuk dijadikan pacar) oleh Gabriella karena tinggi badannya sesuai dengan kriteria minions (err~ semacam peliharaan tapi untuk disiksa dan dianiaya, correct me if I wrong).


Sasaki Yuta




Sekilas penampilannya manis & girly. Eits tunggu dulu, ternyata dia cowok! Iyes, dia crossdresser. So, jangan salah sama penampilan luarnya. Diluar memang terlihat manis tapi sekali lagi jangan tertipu penampilan luar, ia benci Ogino & sering kali terlihat memperlakukan Ogino gak bener contohnya ini :


minum pake magic-com, bukan gelas

Yuta punya kemampuan mentotok titik tertentu tubuh sehingga menimbulkan reaksi AWESOME dan full power seperti yang dilakukannya pada Hiroshi ketika akan transform tapi kadang juga menimbulkan reaksi sebaliknya, yaitu lemas tak berdaya.


Tidak seperti pada Ogino, Yuta menghormati Hiroshi dan err~ menurutku sangat care ^^;.

Yuta membantu Hiroshi memilih pakaian

Okay, let’s see the Valentino Family J


Don Valentino





Please welcome our main villain~ okay, he’s literally A GOAT also he eats money *literally. Dia kambing sekaligus pemimpin keluarga (err~ mafia) Valentino. Dia sering kali “dianiaya” Gabriella dengan tembakan pistol (still can’t believe he could alive). Don sering kali terlihat bersama Lorenzo hampir dalam situasi apapun. Hmmm, aku curiga kalau Lorenzo “agak berlebihan” dalam mengagumi Don Valentino.


Lorenzo





Pria (?) bertopeng karung ini selalu berada didekat Don Valentino. Kerap kali tertangkap basah cemburu dan mengagumi Don secara berlebihan. Wajah asli Lorenzo sampai saat ini masih belum diketahui.


Gabriella



Dialah the true sadist sekaligus assasin di keluarga Valentino. Sering menembak Don (pake pistol beneran) ketika dikuasai emosi. Okay wanita satu ini memang gampang emosian & gak sabaran. Dia punya minions, yaitu semacam “peliharaan” yang bisa disiksa dan diperlakukan semaunya, celakanya dia “suka” Kei yang notabene sesuai kriteria untuk menjadi minionsnya.


Noah


Cewek jenius yang berprofesi sebagai dokter ini bertanggung jawab atas penemuan alat-alat canggih di keluarga Valentino. Noah masih belasan tahun dan sudah menciptakan penemuan-penemuan seperti rekayasa genetik, cokelat plus love potion bahkan kostum kucing. Noah sangat menyukai badan yang sehat, terbukti ketika ia melihat postur tubuh Ogino dan Hiroshi di episode awal kemunculannya.

Okay, Next : 

NORA


NORA adalah suatu organisasi yang bertujuan menggantikan fungsi kepolisian jepang. NORA berusaha merusak citra kepolisian dimata masyarakat lalu muncul sebagai pahlawan atau penyelamat masyarakat.


Inaba Haruka


Inaba Haruka, tak lain adalah adik Hiroshi. Sama halnya dengan Hiroshi, ia memiliki kemampuan mengumpulkan informasi dengan membaca suara hati orang lain sehingga tidak mungkin ditipu. Haruka memiliki badan yang lemah dan rentan sakit-sakitan mungkin hal inilah yang membuatnya memiliki kaki-tangan Yataro & Natsuki. Haruka sangat sayang Hiroshi layaknya adik yang masih ingin bermanja-manja ria dengan kakaknya meski terkesan brother complex sih~. Saat masih hidup & tinggal bersama, Hiroshi sering kali meninggalkannya dengan alasan pekerjaan sehingga Haruka selalu merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk menghancurkan kepolisian jepang yang dinilainya telah merebut Hiroshi.


Yataro & Natsuki



Mereka adalah kaki-tangan Haruka yang terkesan benar-benar seperti alat yang dapat digerakkan tuannya tanpa penolakan apapun. Mereka manusia biasa layaknya yang lain dan memiliki hubungan yang cukup dekat pada masa kecil.


Soumei-San

Soumei-san dalam wujud boneka domba

Soumei-san dalam wujud roh

The real soumei-san

Ia adalah secret dobberman yang hebat sekaligus sumber gen Hiroshi & Haruka berasal. Soumei-san berwujud asli manusia yang kemudian rohnya dapat keluar dari tubuh dan melayang-layang diudara serta merasuki objek bahakan manusia lainnya. Sampai episode 7 tubuh aslinya tidak dapat ditemukan dan di awal kemunculan Soumei-san digambarkan sebagai roh hitam yang dapat menyeruak dari boneka domba. Soumei-san juga seorang fetish yaitu fetish aroma atau bau. Sebenarnya ia adalah the boss namun karena wujudnya masih berupa roh maka ia berpindah-pindah objek dan hampir segala urusan ditangani oleh Haruka (correct me if I wrong).


Nah, out from NORA sekarang kita lihat tokoh secret dobberman lainnya~ :D


Stella


Uaaaahhh~ imutnya~ ^w^ anak seimut ini sudah dikirim ke Jepang untuk dilatih menjadi secret dobberman kepolisian. Stella berasal dari Perancis dimana rumah secret dobberman berasal (err~ correct me if I wrong). Kemampuan mengumpulkan informasi pada diri Stella masih belum sebaik Hiroshi maupun Haruka dan masih dicari untuk terus dikembangkan. Sementara ia menyukai ke-elastisan bahan yang mana potensial untuk dijadikan sumber mengumpulkan informasi.


Tiap tokoh dalam anime ini punya karakteristik dan kelebihan masing-masing yang unik. Alur dan ide cerita yang disajikan juga segar, belum lagi efek komedik yang dimunculkan benar-benar menghibur. Opening anime ini “Haruka, Nichijou no Naka de” (Faraway, In The Daily Life) dibawakan oleh seiyuu Inaba Hiroshi, Junichi Suwabe sementara ending “Prima Stella” dibawakan Toru Ohkawa selaku seiyuu Don Valentino.


Nah, anime review kali ini cukup panjang dan sepertinya harus diakhiri disini J terima kasih sudah baca, saya tunggu komentar anda J


Jangan lupa tonton animenya yaa~ masih on-going kok J


Sampai jumpa J
















Sabtu, 02 Februari 2013

New Year, New Segment : Anime Review


Hallo semua~ ketemu lagi sama saya di segmen terbaru

“Anime Review”

Oke, setelah lama sekali menghilang akhirnya saya putuskan membuat segmen baru. “Anime Review” ini sekaligus menjadi motivasi saya untuk menulis (dan, yeah, mengaktifkan blog) mengingat minat saya dalam hal menulis pernah MATI (literally).

Anime Review ini adalah segmen dimana saya selaku penikmat anime menceritakan kembali anime-anime yang sudah saya tonton. Saya akan menceritakan kembali dengan gaya bahasa saya plus menambahkan beberapa informasi terkait anime tersebut dari beberapa sumber lainnya seperti blog lain, wikipedia maupun facebook. Anime Review juga gak bakalan lepas dari opini pribadi saya jadi, kalau ada beberapa hal yang gak cocok atau bahkan terkesan misunderstanding tolong ditegur via komentar.
Semoga para pembaca suka dengan segmen baru ini & jangan lupa tinggalkan komentar (mengacungkan keris) karena satu komentar anda dapat membuat hati saya berbunga-bunga (nari-nari India).

Oke, selamat membaca J

Suki-tte Ii Na Yo (Say “I Love You”)

Anime yang bakalan saya review pertama kali adalah Suki-tte Ii Na Yo atau yang biasanya disingkat Sukinayo. Dalam bahasa Inggris judul anime ini berarti : Say “I Love You”. Anime ini beraliran (?) Shojo yaitu anime yang target pemirsanya memang ditujukan untuk cewek (remaja putri). Saya sendiri secara pribadi kurang suka anime-anime shojo karena kebanyakan isinya tentang cinta, pacaran dan segala lovey dovey lainnya dan itu semua menjadi main course (menu utama, yg diutamakan). Saya akhirnya lebih condong ke anime-anime shonen karena seru, lucu, asyik dan sekalipun ada cinta-cintaanya itu bukan main course alias selingan aja. Khusus season ini tiba-tiba kepingin nonton yg shojo dan jatuhlah pilihan saya pada Suki-tte Ii Na Yo.

Anime ini diangkat dari manga dengan judul yang sama yang diterbitkan oleh Kodansha dan merupakan manga karya Kanae Hazuki-San. Manganya dari 2008 masih berstatus on-going. Animenya sendiri rilis pas musim gugur 2012 (Auntum / Fall) dengan total episode 13 dan udah tamat akhir bulan desember 2012 kemarin, tapi saya baru nonton final episodenya beberapa hari yang lalu karena UAS yang mendera.

Suki-tte Ii Na Yo menceritakan seorang cewek berumur 16 tahun yang tidak punya pacar (bahkan teman). Cewek ini bernama Tachibana Mei. Mei tidak berinisiatif untuk making friend (hmm, apa ya istilah bahasa Indonesianya? Berteman?) karena memiliki anggapan percuma saja karena toh nantinya akan dikhianati/ditinggal teman. Mei memiliki anggapan tersebut sejak ia kecil. Mei berbeda dengan cewek-cewek lain seusianya, rok sekolahnya lebih panjang, jarang berdandan feminim, rambut tidak dikuncir dan dipotong pendek belum lagi wajah yang tidak memancarkan keceriaan. Mei benar-benar tidak punya teman bahkan teman cewek susianya. Kontak dalam hp-nya Cuma dua, yaitu tempat kerja part-time dan rumah.


Suatu hari di tangga sekolah ia menendang cowok dibelakangnya karena akan menarik roknya. Ternyata Mei salah tendang, yang ditendangnya sampai jatuh adalah Kurosawa Yamato, cowok ganteng nan populer di sekolahnya. Jadi, yang narik roknya Mei itu temen disebelahnya Kurosawa Yamato. Nah, sejak kejadian itu Yamato berkenalan, berusaha mendekati Mei bahkan memberikan nomor Hpnya.


Oke, stop sampai disitu dulu.

Cewek pendiam & gak punya temen bertemu cowok populer. Nah, dari gambaran singkat itulah saya beranggapan ”alah, paling juga jadian, terus banyak yang gak suka, terus si cewek dibully dan bla ... bla ... bla ...”. Ternyata saya gak sepenuhnya salah, memang mereka jadian dan ada pihak yang gak suka dengan hubungan mereka. Poin unik di anime ini adalah cara penulis membungkus semua itu ya, semua hal yang bisa ditebak itu dengan alur yg menarik dan beberapa kejadian tak terduga. 

Nah, biar lebih jelas kita lanjutin reviewnya~

Mei enggan menghubungi Yamato sampai suatu hari ketika ia pulang arubaito (kerja part-time). Malam itu (sekitar magrib lah) Mei pulang diikuti om-om gak jelas dari belakang, merasa tidak aman ia masuk ke dalam supermarket. Mei yang ketakutan menelepon rumah yang sialnya tidak ada orang dirumah. Akhirnya terpaksa ia menelepon Yamato yg saat itu bekaraoke dengan teman-temannya. Secepat kilat Yamato menghampiri Mei, dengan tampangnya yg cool ia gak serta merta menghajar om-om gak jelas yg nunggu di depan supermarket. Yamato tetap tenang menghampiri Mei dan membelikanya es krim lalu mengandengnya keluar supermarket. Tepat dihadapan om-om gak jelas itu, Yamato mencium Mei dan menegaskan dengan isyarat mata utuk tidak menganggu Mei. Itulah cara Yamato menyelamatkan Mei sekaligus bagamana Mei mendapatkan ciuman pertamanya.

Berawal dari situ Mei mengenal Yamato lebih dalam dan yeeeaaayyyy~ mereka jadian. Awalnya mereka kaku dan sempat terjadi kesalah pahaman, untunglah bisa diluruskan. Perlahan baik Mei maupun Yamato saling terbuka satu sama lain. Mei belajar mempercayai orang lain dan perlahan terbuka dengan teman-teman yg lain yg tentunya ia kenal melalui Yamato. Pertama-tama Mei berteman akrab dengan Oikawa Asami yg dulunya pernah dibully karena ukuran (maaf) dadanya, kemudian pacar Asami yg juga teman Yamato (sekaligus yg menarik roknya saat ditangga) Nakanishi Kenji, lalu mengenal berbaga macam orang lain seperti Muto Aiko yg pernah ingin berpacaran dengan Yamato, Tachikawa Masashi yg tak lain adalah pacar Aiko, Hayakawa Kakeru yg sempat dijotos Yamato karena mendekati Mei, Kitagawa megumi model yg sempat digosipkan dekat dengan Yamato, Takemura Kai yg juga suka sama Mei dan bahkan adik Yamato, Kurosawa Nagi.


Cerita didalam Suki-tte Ii Na Yo gak melulu soal Yamato x Mei, ada juga selingan cerita Kenji x Asami dan dinamika percintaan mereka, tapi tetep main love story disini Yamato x Mei. Dinamika percintaan Yamato x Mei disini gak lepas dari kemunculan tokoh lain seperti Aiko yg masih menyimpan perasaan ke Yamato, Kai teman Yamato semasa SMP yg mendadak mengatakan rasa sukanya pada Mei ke Yamato, Nagi yg awanya sempet gak suka sama Mei, Kakeru yg dijotos Yamato dan terakhir Megumi model yg sempat digosipkan dekat dengan Yamato. Dinamika hubungan Yamato x Mei ini juga sekaligus menguak bagaimana cara Mei menghadapi setiap permasalahan, pola pikir, kepercayaan diri dan berani mengambil resiko.

Intinya, anime ini juga menunjukkan suatu proses belajar, resiliensi, berkomitmen dan gak melulu pacaran dan dianiaya. Over-all anime ini nice tapi saya pribadi menyayangkan beberapa adegan ciuman dan adegan romantis lainnya yg kerap kali muncul diepisode-episode awal. Sekali lagi ini karena memang saya gak suka adegan itu.

Segala hubungan antar person dianime ini digambarkan dengan apik, belum lagi efek dan artwork yg memanjakan mata plus background music yg pas sehinga mebuat setiap scene mudah dimegerti, diresapi dan dirasakan dalm hati (cailaah~). Opening anime ini “Friendship” dibawakan oleh Ritsuko Okazaki sementara endingnya “Slow Dance” dibawakan oleh Suneohair. Baik opening maupun ending musiknya lembut disertai gambar visual yg kesannya menenagkan, kalem dan yaah~ shojo abis laah pokoknya.


Anime Suki-tte Ii Na Yo ini sangat disarakan untuk para penggemar kisah percintaan, drama dan school-life yg disajkan dengan indah~ bahkan ending cerita animenya pun disajikan dengan manis penuh happy ending~



Yak! Sekian review pertama

Sampai jumpa di review selanjutnya :D

Jangan lupa comment ya J