Suatu ketika seorang teman yang baik (caiah) bertanya padaku :
Teman : gak nyoba SNMPTN lagi Vic? Gak ngambil F*?
Aku : engga mas, disini aja.
Jadi, jaman dulu kala aku punya keinginan mengemban ilmu di F*.
Namun, banyak yang tak mendukung.
Hingga suatu ketika, aku memilih alternatif di fakultas tempat aku belajar sekarang.
:)
Lanjut ke percakapan =
Teman : kamu yakin?
Aku : yakin, ini sudah jalanku. Kalo ini sudah jalanku kenapa aku harus bikin jalan lain?
Nah, bermula dari jawaban tadi, temanku berpesan (bau bau petuah niih~ -.-‘)
Teman : hmmm, orang spiritualis emang jalan pikirannya kayak gitu. Misalnya dia dikasih sesuatu atau ditempatkan pada posisi tertentu dia akan nerima dan istilahnya mendalami apa yang udah dikasihkan ke dia.
Aku : *mangut-mangut
Teman : dia gak milih jalan lain di luar apa yang sedang dia jalani sekarang. Sekalipun ada banyak pilihan. Beda kan sama orang yang menggerutu dan berusaha buat keluar dari apa yang dia jalani? Nah, itu bedanya orang spiritual dan non-spiritual.
Aku : *baru nyadar kalo ternyata (cukup) spiritualis. Tapi mas, gimana kalo seumpama jalan yang dikasih itu sebenarnya bukanlah jalan yang patut diteruskan?
Teman : biasanya dikasih tanda-tanda pas dia ngejalaninnya.
Aku : *bingung. Maksudnya tanda-tanda?
Teman : ya, tanda-tanda kalo jalan yang dikasih itu memang jalan yang semestinya dijalani. Misalnya aja kamu ngerasa enak, nyaman, lancar trus pokoknya kamu merasa positif didalamnya.
Aku : *merenung
Teman : jadi, tahun ini kamu gak nyoba F*? SNMPTN lagi?
Aku : *mantap. Enggak mas. Ini udah jalanku.
~Begituh kira-kira percakapan kami~
Intisari yang bisa diambil kurang lebih seperti ini :
Syukuri apa yang ada
Jika kamu bersyukur, maka Tuhan akan memberi lebih
Namun, jika sebaliknya, maka Tuhan akan memurkaimu
(jadi ceramah nih~)
Mudeng maksud postingan kali ini?
Oke, ibaratnya gini aja :
Sekarang kamu berdiri di jalan aspal bukan jalan tol. Kenapa bukan jalan tol? Karena jalan tol mulus-mulus aja, monoton dong~.
Kamu berdiri di jalan aspal yang panjang. Mungkin kedepannya kamu melihat polisi tidur, lubang, genangan, pedagang asongan (eh?) yang intinya bukan jalan mulus seperti jalan tol barusan. Kamu harus jalan diatasnya. Kadang kala kamu terperosok, kepleset pas jalan. Tapi kamu bisa berdiri bahkan memperbaiki jalan lubang dan melanjutkan perjalananmu.
Tapi
Disekitar jalan aspal tempat kamu berdiri ada sawah dan lahan kosong lainnya. Mungkin kamu berfikir akan membangun jalan aspal lain diatasnya. Jalan aspal impianmu. Jalan aspal yang tanpa halangan, sesuai dengan maumu.
Kamu boleh melakukannya
Kamu boleh berpindah
Tapi sadarkah kamu? Kamu sudah diatas jalan aspal.
Belum tentu jalan yang nanti akan kamu bangun akan seperti yang kamu impikan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan jadi seperti apa yang kamu inginkan. Sebenarnya banyak kemungkinan yang akan muncul.
Kalau tidak merasa cocok dijalan sekarang, mengapa tidak kau coba berpindah?
Sebelum itu, telitilah sejenak tentang tanda-tanda positif yang Tuhan tunjukkan.
Tuhan, terima kasih telah tunjukan jalan.
Tuhan, berilah lebih banyak Positive Signs setelah Positive Signs yang telah kami lalui.
Tuhan, berkahi kami di sepanjang jalan ini
~amin~
Semoga membantu \^o^/
(terutama buat kamu kamu yang mau pindah jurusan, sekolah, penjurusan, kerja bahkan kekasih)
